TIPE DATA
Tipe data secara umum untuk
kepentingan analisis empiris adalah :
1.
Data Time
Series : merupakan data series yang memuat nilai dari satu atau lebih dari
variabel selama periode tertentu (harian, mingguan, bulanan atau tahunan).
Contoh sebagai berikut :
- data produktivitas per periode,
- produksi gula per tahun,
- harga gula per tahun,
- konsumsi gula per tahun
Data
Supply & Demand Gula di Indonesia Tahun 1970 - 1984
Variabel
|
Tahun
|
1970
|
1971
|
1972
|
....
|
1982
|
1983
|
1984
|
Produksi
|
X11
|
X12
|
X13
|
|
X1 13
|
X1 14
|
X1 15
|
Import
|
X21
|
X22
|
X23
|
|
X2 13
|
X2 14
|
X2 15
|
Demand
|
X31
|
X32
|
X33
|
|
X3 13
|
X3 14
|
X3 15
|
2.
Data Cross
Section : merupakan data yang nilainya dari satu atau lebih variabel
yang diambil dari beberapa unit sampel atau subyek pada periode yang sama.
Contoh sebagai berikut :
- tingkat kejahatan di 50 negara bagian USA,
- tingkat produktivitas di 16 Pabrik Gula PTPN XI,
- produksi gula di 16 Pabrik Gula PPN XI
Data
Komoditas Gula di Negara Bagian – USA pada Tahun 1984
Variabel
|
Negara Bagian (USA)
|
NB1
|
NB2
|
NB3
|
....
|
NB48
|
NB49
|
NB50
|
Produksi
|
X11
|
X12
|
X13
|
|
X1 48
|
X1 49
|
X1 50
|
Harga
|
X21
|
X22
|
X23
|
|
X2 48
|
X2 49
|
X2 50
|
Demand
|
X31
|
X32
|
X33
|
|
X3 48
|
X3 49
|
X3 50
|
3.
Data Panel : merupakan
data yang berasal dari subyek penelitian yang per subyeknya diamati/disurvey
variabelnya dari waktu ke waktu (data yang memiliki ruang dan waktu) dan biasa
disebut data pooled. Contoh :
- Produksi gula, biaya bahan bakar, harga gula, jumlah
karyawan tetap, Laba di 16 Pabrik Gula dari tahun 1990 sd 2011.
- Produktivitas tebu/ha, Rendemen, Produksi tebu, biaya
tanaman, produksi gula, laba per wilayah HGU milik PG Jatiroto tahun 1990 sd
2011
- Kapasitas produksi, Biaya bahan bakar, Biaya perawatan
mesin, produksi gula, laba per Pabrik Gula PTPN XI
Data Komoditas Gula di Negara Bagian – USA Tahun 1970 -
1984
Tahun
|
XXX
|
YYY
|
QQQ
|
Prod
|
Harga
|
Laba
|
Prod
|
Harga
|
Laba
|
Prod
|
Harga
|
Laba
|
1970
|
X111
|
X121
|
Y111
|
X211
|
X221
|
Y211
|
X311
|
X321
|
Y311
|
1971
|
X112
|
X122
|
Y112
|
X212
|
X222
|
Y212
|
X312
|
X322
|
Y312
|
1972
|
X113
|
X123
|
Y113
|
X213
|
X223
|
Y213
|
X313
|
X323
|
Y313
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
1983
|
X11 14
|
X12 14
|
Y11 14
|
X21 14
|
X22 14
|
Y21 14
|
X31 14
|
X32 14
|
Y31 14
|
1984
|
X11 15
|
X12 15
|
Y11 15
|
X21 15
|
X22 15
|
Y21 15
|
X31 15
|
X32 15
|
Y31 15
|
Dalam analisis regresi data
panel ada 4 model, antara lain :
1.
Model Ordinary
Least Square (OLS) pooled
Untuk menghasilkan Model OLS pooled, semua data dipooled dan dianalisis untuk mendapatkan
model OLS tanpa memperdulikan aspek cross section dan time series. Menggunakan
data tabel 6.1 (terlampir) dengan melibatkan 90 observasi, maka akan didapat
model sbb :
Cit
= b1 + b2 Qit
+ b3 PFit + b4 LFit
+ uit
C : Total Cost
Q : Quantity
PF : Price Fuel
LF : Load Factor
T : Tahun (Year)
uit : Shock (Pengganggu) Ã diasumsikan terdistribusi secara independen (berdistribusi normal)
i = 1, 2, 3, 4, ...., 6 (6 observasi
per tahun)
t = 1, 2, 3, 4, ...., 15 (15 tahun : 1970 –
1984)
Disini kita akan mengestimasi Total Cost (C) sebagai
variabel dependen yang merupakan fungsi variabel independen yaitu Q, PF dan LF. Analisis terhadap 90 observasi ini menganggap
bahwa tidak ada perbedaan antar perusahaan maskapai, asumsi ini akan terasa
sulit untuk dapat diterima karena 6 perusahaan maskapai tersebut pasti
mempunyai perbedaan. Berdasarkan hasil regresi dari eViews menunjukan model
dapat diterima karena semua slope untuk variabel independen significan untuk
diterima Prob.(F-Statistic) < 5%. Model yang significant adalah
Cit = 1158559 + 2026114 x Qit + 1,225348 x PFit
+ - 3065753 x LFit
Dengan R2 = 0.9446093 yang cukup tinggi dapat
dinyatakan bahwa model tersebut dapat diterima. Tetapi memperhatikan nilai
statistik Durbin Watson yang rendah (0,434) maka dapat dinyatakan adanya
autokorelasi / korelasi spasial dalam data dan adanya kemungkinan kesalahan
spesifikasi serta mencermati asumsi bahwa maskapai dianggap homogen, hal ini menunjukan
seakan-akan fiting model ini menutupi heterogenitas antar individu maskapai. Sehingga uit
(residual) dapat juga dikatakan memuat faktor heterogenitas antar individu
maskapai tersebut dapat ditengarai dapat berkorelasi dengan variabel
independen, tetapi jika kita tambahkan variabel kualitas manajemen = M yang
tetap tidak bepengaruh terhadap waktu maka akan didapat model
Cit = b1 + b2 PFit
+ b3 LFit + b4 Mit
+ uit
Meskipun tidak terpengaruh terhadap waktu, Variabel M
tidak dapat mengukur kontribusinya pada fungsi biaya (C) sehingga kita dapat
memperoleh persamaan tersebut menjadi
Cit = b1 + b2 PFit
+ b3 LFit + ai + uit
Dimana ai biasa
dinamakan efek tidak terobservasi (heteregonitas) yang menunjukan dampak M
terhadap fungsi biaya (C). Hal ini jika ai + uit
è vit maka
persamaan tersebut menjadi
Cit = b1 + b2 PFit
+ b3 LFit + vit
Ha;
Untuk atasi hal tersebut perlu dilakukan penambahan
variabel dummy sehingga model yang ada tetap tergantung dari waktu
2.
Model
Fixed Effects least square dummy variable (LSDV)
Buat
grafik dengan intercept berbeda untuk tiap variabel independen
3.
Model
Fixed Effects within – group
4.
Model
Random Effect (REM)
0 komentar:
Posting Komentar