Kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan.
Usaha peningkatan efektivitas kerja melalui peningkatan kompetensi dan
pengakuan keahlian melalui sertifikasi menghasilkan banyak bidang spesifikasi.
Pekerja dianggap dan diperlakukan sebagai sumber
daya yang siap pakai, kompetensinya akan menjadi kualifikasi dari pekerja yang
bersangkutan dan diuji (fit and proper test) kesesuaiannya dengan spesifikasi
yang dijabatnya. Kompetensi dianggap
sebagai spesifikasi yang melekat dalam diri pekerja sebagai sumber daya, karena
itulah pekerja dianggap dan diperlakukan sebagai aset yang disebut sumber daya
manusia untuk membedakannya dengan jenis sumber daya lain.
Pentingnya Multitasking
Namun dalam situasi tertentu, orang dengan kapabilitas tertentu
dapat mengganggu usaha peningkatan produktivitas. Pengembangan kompetansi
seperti ini tentunya tidak sejalan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja
yang cepat berubah. Bidang usaha yang kebutuhan kerja dengan cara seperti ini sering kali menimbulkan
kekakuan di tempat kerja dan memunculkan biaya tidak langsung yang tinggi
karena pekerja yang sudh memiliki spesialisasi keahlian tertentu biasanya
enggan untuk meninggalkan keahlian lamanaya maupun mempelajari keahlian baru. Sikap
seperti ini muncul diantara pekerja yuang mengaggap kompetensi sebagai cerminan jati dirinya.
Pemeliharaan tenaga kerja dengan spesialisasi
khusus ini juga mengakibatkan biaya ketenagakerjaan yang mahal, sebaliknya bila
dilakukan pemutusan tenaga kerja uang mahal juga memunculkan suasana kerja yang
penuh dengan kekhawatiran.
Kewajiban manajemen yang utama adalah menciptakan
iklim kerja yang kondusif bagi orang untuk bekerja kerasa dan cerdas namun
tetap mau mengembangkan diri dengan mempelajari keterampilan lain. Manajemen
tetap perlu mefasilitasi iklim kerja yang kondusif bagi karyawan untuk belajar
menguasai kompetensi brau, namun ini siatif utama untuk belajar haruslah
berasal dari pekerja itu sendiri. Kompetensi dipandang sebagai alat atau sumber
daya milik pekerja yang dapat digunakan untuk menciptakan nilai, agar karyawan
dapat bekerja lebih efisien dan efektif.
- Pekerja
perlu menguasai berbagai kemampuan analitis dan kepekaan kontekstual yang
tinggi agar mampu mengolah, memahami dan menguasai pengetahuan dan
keterampilan baru yang dibutuhkan di tempat kerja dengan bai dan lebih
cepat.
- Karyawan
harus lebih banyak bergaul dengan orang lain untuk dapat berbagi
informasi, pengetahuan dan gagasan mengenai kompetensi baru yang
dibutuhkan untuk membuka wawasan profesionalnya,
Manfaatnya dengan penyelenggaraan pelatihan untuk meningkatkan penguasaan kompetensi, para pekeja
akan lebih cepat menguasai kompetensi tersebut karena mereka memiliki semangat
belajar yang tinggi.
Jati diri pekerja tidak semata-mata ditentukan
oleh kompetensi yang dikuasainya, tetapi oleh pengakuan orang lain terhadap kredibilitas dan integritasnya.
Jati diri ditentukan oleh wawasan, semangat, dan kepeduliannya kepada
perusahaan dan sesama anggota perusahaan ;
- Dia
dihargai orang lain karena luas pergaulannya dan kepeduliannya kepada orang
lain selama bekerja
- Dia
menjadi panutan pekerja lain di tempat kerja bukan karena posisi atau
kedekatannya dengan orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan penting
tapi juga orang lain yang mempercayai
perjuangan kepentingan dalam proses maju dan berkembang bersama
- Ia
dikagumi karena dapat menunjukka kemampuan intelektualnya namun tetap mau
menjadi pendengar yang pengertian dan tempat bertanya.
- dia
dihargai karena mau mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi di
tempat kerja bersama pekerja lain.
- Dia
dihormati krena mau berbagi gagasan dan pengetahuan dengan pekerja lain,
termasuk mendengarkan dan mempertimbangkan dengan serius ide orang lain.
Makna Kompetensi sebagai Intelegensi Intelektual
Kompetensi itu mengandung unsur pengetahuan dan
keterampilan yang dikaitkan dengan praktik. Kompetensi didefinisikan oleh Klemp
(1980) sebagai karakteristik seseorang yang menghasilkan kinerja efektif atau
superior pada waktu menjalankan suat pekerjaan. Boyatzis (1982) mendefinisikan
kompetensi dengan berbagai elemen :
¦ Traits – ciri perilaku
¦ Self image – motif, citra diri
¦ Social Mode – peran sosial
Generic Competency Model yang menjabarkan 18
kelompok kompetensi :
¦ Orientasi pada efisiensi
Kepedulian untuk melakukan
sesuatu lebih baik
¦ Proaktivitas
Disposisi untuk berinisiatif
dalam bertindak
¦ Peduli pada dampak
Peduli pada simbol dan
penggunaan kekuasaan
¦ penggunaan diagnosa dari konsep
Menggunakan konsep yang telah
disepakati untuk menjelaskan dan menginterpretasikan situasi.
¦ Pengendalian diri sendiri
Kemampuan untuk mengendalikan
kebutuhan pribadi
¦ Stamina dan adaptabilitas
Daya untuk bekerja selama
berjam-jam dan krluwesan untuk menyesuaikan diri denga perubahan
¦ Objektivitas dan perseptual
Kemampuan untuk menjaga
obyektivitas
¦ Mengelola proses kelompok
Kemampuan untuk memberikan
stimulasi kepada orang lain untuk bekerja secara efektif dalam suatu kelompok
¦ Penggunaan kekuasaan yang sudah
disosialisasikan
Menggunakan pengaruh untuk
membangun aliansi, kerjasama, atau koalisi
¦ Percaya diri
Kemampuan untuk menunjukkan secara
konsisten ketegasan dan keberanian untuk pasang badan
¦ Konseptualisasi
Kemampuan menggunakan konsep
baru untuk mengidentifikasikan pola yang terdapat dalam sekumpulan informasi
¦ Penggunaan presentasi lisan
Kemampuan orang untuk
memberikan presentasi lisan secara efektif kepada orang lain
¦ Kepemilikan penguasaan pengetahuan sosial
Penggunaan pengetahuan yang
relevn dengan pekerjaan yang dijalankan
KOMPETENSI AMBANG BATAS
¦ Penggunaan kekuasaan secara unilateral
Menggunakan berbagai cara
untuk mempengaruhi orang lain
¦ Mengembangkan orang lain
Kemampuan untuk menyediakan
umpan balik tentang kinerja orang lain
¦ Spontanitas
Kemampuan untuk
mengekspresikan diri secara bebas dan mudah
¦ Penilaian diri yang akurat
Pandangan yang tepat dan
mendasar tentang diri sendiri
¦ Pandangan positif
Kemampuan untuk
mengekspresikan kepercayaan positif terhadap orang lain
¦ Pikiran logikal
Kemampuan untuk menata
peristiwa-peristiwa dalam suatu urutan kausal
Karakteristik manusia yang melekat pada diri
orangnya dengan karakteristik manusia yang dibutuhkan dalam kaitan pelaksanaan
suatu tugas atau pekerjaan. Kompetensi yang dikembangkan diantas merupakan gabungan dari potensi insan dan potensi
tertentu, yang disebut kapabilitas.
Batasan Kompetensi
Batasan kompetensi yang dipandang sebagai sumber
daya yang dimiliki perkeja dan digunakan dalam proses penciptaan nilai adalah
sebagai berikut :
ü
Diperoleh
seseorang dari lingkungan eksternal dalam rangka pelaksanaan suatu tugas atau
pekerjaan melalui prises balajar mandiri maupun organisasional
ü
Berwujud
pengetahuan dan keterampilan yang dicari
dan dikuasai
ü
Mencerminkan
intelektualitas sebagai hasil dari suatu proses belajar berkelanjutan
ü
Digunakan
sebagai instrumen untuk meningkatkan ketepatan dan efisiensi-efektivitas kerja
dan tindakan
ü
Ditumbuhkembangkan
secara maksimal melalui proses belajar dan saling berbagi gagasan
ü
Penggunaan
dan pengembangannya akan berlangsung secara maksimal dan berkualitas
Jenis Kompetensi
Gambar 10.1
Kompetensi yang diserap
dan dikuasai pekerja dari lingkungan eksternal
Di dalam konteks suatu
perusahaan, keenam jenis kompetensi dapat diuraikan lebih lanjut sebagai
penguasaan dari pengetahuan dan keterampilan berikut ini:
1. Pengetahuan
substansial- penguasaan pengetahuan ini terlihat dari mengenali, memilih, dan
memahami suatu fenomena yang bersangkutan dengan suatu objek kajian secara
terperinci, menjelaskan secara rasional bagaimana objek itu berfungsi, serta
menguasai cari untuk menggunakan, memperoleh manfaat dan mengendalikan objek
tersebut.
2. Pengetahuan
Kontekstual- penguasaan pengetahuan ini tercermin dari kemampuan anggota
perusahaan untuk memahami kondisi lingkungan hidup di sekitar tempat kerjanya,
baik lingkungan alam, sosial, budaya maupun iklim kerja di sekitar suatu objek
kajian yang terdapat di tempat kerja. Selain itu yang membentuk, mempengaruhi
kondisi lingkungan itu dan memanfaatkannya untuk mengembangkan suasan yang
kondusif.
3. Keterampilan
mental- penguasaan pengetahuan oleh seseorang ditunjukkan oleh kemampuannya
untuk bermain dengan angka, melakukan manipulasi matematik, menunjukkan
kesiagaan mental pada waktu menghadapi peristiwa, mengenali dan memahami pola
keteraturan dalam situasi kacau
4. Keterampilan
sosial- penguasaan keterampilan ini dapat dilihat dari kemampuan orang untuk
bergaul akrab dan bkerja sama dengan orang lain secara sinergistik. Orang
dengan kemampuan ini dapat dengan cepat membangun kedekatan yang akrab dengan
orang yang baru dikenalnya, mengembangkan dan memlihara rasal saling percaya yang
tulus, memahami dan tahu bagaimana memenuhi harapan orang lain terhadap
dirinya, cerdas dalam membangun lingkungan pergaulan yang ceria, cekatan dalam
membangun dan mengembangkan kerjasama diantara orang yang berbeda-beda.
5. Keterampilan
Ekspresi Verbal- penguasaan keterampilan ini ditunjukkan oleh kemampuan orang
berkomunikasi dan berbagi pengetahuan serta gagasan dengan orang lain.
Keterampilan ini mencakup kemahiran untuk berbicara lancar, kemampuan untuk
melakukan abstraksi yang baik, serta menjelaskan konsep dan gagasan secara
jelas dan ringkas dan komprehensif.
6. Keterampilan
Manual (fisik)- keterampilan manual sering dikenal juga dengan istilah
keterampilan fisik atau pertukangan.
penguasaan keterampilan ini juga ditunjukkan oleh kemahiran orang dalam
memanfaatkan berbagai peralatan dan mesin produksi, membongkar, memasang
kembali, mereparasi dan meningkatkan fungsionalitas mesin dan peralatan, serta
mengetahui dengan baik mesin dan peralatan apa yang perlu digunakannya untuk
mengerjakan sesuatu yang ditunjukkan oleh kemampuan meracik dan merakit
komponen-komponen menjadi suatu produk yang bernilai tinggi.
Penguasaan pengetahuan,
keterampilan, kemampuan dan pengalaman atau yang sering dikenal dengan
penguasaan knowledgem skills, abilities, dan experiences atau KSAE yang terkait
dengan tugas dan pekerjaan sangat dibutuhkan. Biasanya orang dengan penguasaan
KSAE yang baik dianggap sebagai orang yang memiliki intelegensi intelektual
yang tinggi, namun penguasaan KSAE juga tunduk pada hukum sementara, yang artinya
KSAE di tempat kerja berbubah dengan sangat cepat dan hanya memiliki waktu
utilitas yang fungsional yang pendek.
Sehingga perlu menguasai kompetensi baru untuk menghadapi tantangan di tempat
kerja. Oleh karena itu pekerja memerlukan semangat belajar inovatif karena
semangat belajar inilah yang mendorong pekerja untuk menguasai KSAE baru.
0 komentar:
Posting Komentar